Sewon Screening #7

Non Pemutaran

Detail Event

Sebuah gambaran sinema masa kini yang memiliki keterkaitan dengan suatu periode sinema masa lalu atau hal lain yang menajdi bagian dari sejarah sebagai cerminan atas fenomena perkembangan sinema yang terjadi di Indonesia.

Sawala berarti diskusi dan Soka berarti kesedihan. Program ini akan mendiskusikan hal-hal yang jarang mendapat perhatian dari masyarakat, maka dari itu, program ini akan sedikit berbeda. Kami, programmer, merancang untuk berdiskusi dengan komunitas nonfilm serta para sineas tentunya. Dengan tujuan selain memperluas, juga mempertemukan film dengan realita. Tema pembahasan yang akan diangkat adalah LGBTQ+, isu lingkungan, Teman Tuli, dan kesehatan mental.
Di tahun ini, dalam Sewon Screening 7, Public Lecture 2 mengangkat topik “Bertarung Dengan Sinematik”. Dalam seminar terbuka ini, Narasumber beserta moderator akan berbincang dan berbagi ilmu tentang perkembangan dunia stuntman, hiruk pikuk serta perkembangan stuntman dalam dunia perfilman dari era awal, sekarang, hingga masa akan datang. Lewat Public Lecture 2 diharapkan agar para peserta dan siapapun yang menghadiri seminar terbuka ini, mendapatkan wawasan serta sudut pandang baru dari kelompok stuntman yang kerap hadir dan berpartisipasi dalam dunia perfilman.
Selama masa pandemi, dalam dunia perfilman, ada 2 hal yang eksistensinya semakin meningkat. Yang pertama adalah platform menonton digital, dan yang kedua adalah pembajakan. Mengingat pembajakan di masa pandemi semakin awur-awuran, pada Public Lecture 3 tahun ini, poin kedua yakni pembajakan film akan dibahas dan dikupas tuntas dari sudut pandang seorang pendiri platform menonton digital. Public Lecture ini akan menjadi wadah pengetahuan sekaligus diskusi seputar bajak-membajak film, yang nantinya diharapkan akan membuka pikiran terhadap apa yang seharusnya dilakukan oleh 3 golongan penting dari berkembangnya sebuah film, yakni: Sang pembuat film, Penonton film yang temannya suka nonton bajakan, dan Si penonton bajakan itu sendiri.
KBM di Sewon Screening 7 kali ini diisi dengan kelas kritik yang mengundang beberapa narasumber kritikus indonesia sebagai pemateri dalam KBM ini. Dengan materi kritik advance class yang disusun oleh mas Dwi Nugroho dari Montase sekaligus dosen di ISI Yogyakarta, kelas ini berisikan workshop bagaimana menjadi kritikus film. Dengan beberapa tugas yang diberikan, melatih peserta untuk mengkritik film sekaligus menjadi bentuk output KBM itu sendiri dan karya para peserta. Tidak hanya itu, bagi peserta yang mengikuti rangkaian kelas secara menyeluruh akan mendapatkan sertifikat KBM nantinya. Sehingga kritik film di indonesia dapat menjadi lebih baik lagi.

Forum komunitas merupakan wadah bagi komunitas khususnya di bidang film untuk berkumpul dan berjejaring. Dalam forum komunitas di harapkan tidak hanya sebatas menjaga hubungan antar komunitas melainkan bersama-sama mencari solusi melalui komunikasi dua arah mengenai problematika yang sedang dialami komunitas film khususnya di era pandemi saat ini. Forum akan di bimbing oleh moderator dan pemantik diskusi (tidak disebutkan narasumber sebab komunikasi yang dibutuhkan ialah antar komunitas itu sendiri dan untuk membedakannya dengan seminar), membahas mengenai bagaimana peran komunitas dalam perkembangan film di masa pandemi mengingat dari tahun ke tahun komunitas masih bergulat dengan masalah eksistensi komunitas itu sendiri.

Pameran arsip dan poster merupakan wadah apresiasi perjalanan sewon screening, juga film-film yang diputar. Pameran arsip berisi ingatan memori tentang titik balik perjalanan sewon screening selama 6 tahun kebelakang. Program yang dibuat, bentuk acara, event yang diadakan semua dipamerkan untuk merawat ingatan event tahunan ini. Pameran poster menjadi wadah apresiasi film yang telah lolos kurasi. Sewon screening memberikan penghargaan pada judul-judul film yang dianggap penting bagi audience.